JCH Tak Perlu Vaksin Meningitis Dua Kali

Senin, 16 Januari 2023 | 07:02 WIB

PEKANBARU (P)-Keraguan calon jamaah haji (CJH) tentang kewajiban melaksanalan suntikan atau vaksin meningitis dijawab Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau. Bagi calon jamaah haji yang sudah pernah vaksin meningitis tidak perlu lagi melakukan vaksin kembali. Sebab sebagian besar calon jamaah haji yang bakal berangkat musim haji tahun ini, ada yang sudah vaksin meningitis karena melaksanakan ibadah umrah.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Propinsi Riau, Syahrudin. "Sesuai dengan surat dari Kementerian Kesehatan yang diedarkan beberapa bulan lalu adalah untuk jamaah umrah tidak perlu suntikan atau vaksin meningitis lagi. Sedangkan untuk calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci Mekkah masih diperlukan. Hal ini karena masa berdomisili untuk jamaah umrah relatif singkat dari pada masa haji," ujarnya

Ia jelaskan bahwa ibadah umrah lebih pendek ketimbang jamaah haji. Umrah hanya selama 12 hari sementara ibadah haji mencapai 40 hari, tentu interaksi jamaah dengan jamaah lainnya dari berbagai negara berlangsung cukup lama. "Mungkin saja ada yang membawa bibit penyakit atau virus sehingga dikhawatirkan bisa menular kepada jamaah," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa musim haji tahun 2023 ini dijadwalkan bakal mulai diberangkatkan mulai 23 Mei mendatang, atau tinggal tiga bulan lagi. Terkait hal itu masih selalu ada saja dari calon jamaah yang merasa ragu terkait kewajiban vaksin meninggitis. Mengingat pada beberapa bulan sebelumnya, pemerintah pusat pernah menyatakan bahwa calon jamaah tidak wajib melakukan vaksin meninggitis.

“Hanya jamaah umrah yang tak diwajibkan vaksin meningitis. Sedangkan jamaah yang akan melaksanakan ibadah haji tetap diwajibkan vaksin meningitis,” ujarnya lagi. Menurutnya vaksin meningitis ada periodenya. "Suntikan meningitis berlaku selama tiga tahun. Jadi yang sudah pernah suntik vaksin meningitis saya rasa tak perlu lagi vaksin kembali. Namun kepastiannya ya bisa ditanya ke dinas kesehatan,"jelasnya.***

 

Editor : Admin

Reporter : Admin

Close Ad