Banjir Bandang Melanda Tebingtinggi Barat

Selasa, 24 Januari 2023 | 08:34 WIB

SELATPANJANG(RP)-Tingginya curah hujan membuat seluruh Desa di Kecamatan Tebingtinggi Barat dilanda banjir ekstrim perdana 2023. Tinggi air mulai dari batas mata kaki hingga bahu orang dewasa, yang melanda daerah tersebut sejak Senin (23/1/2023) Sejumlah warga desa terpaksa melakukan evaluasi mandiri.

Dari cerita Syafrizal warga setempat kepada wartawan mengaku jika banjir bandang dialami Warga. Bahkan jauh sebelum ini tingginya intensitas hujan kerap melanda daerah mereka, namun debit air tidak pernah setinggi banjir kali ini.

"Sebelumnya hujan juga. Bahkan ada yang berlangsung beberapa hari, tapi tak pernah separah ini. Makanya kami pastikan ini banjir pertama dan perdana dialami warga Kecamatan Tebingtinggi Barat," ungkapnya.

Untuk itu ia berharap Pemkab tanggap dengan kondisi tersebut. Selain harus membangun pos darurat, hendaknya dapat menyalurkan bantuan kepada warga setempat. 

 

Kondini ini dibenarkan Plt Kalaksa BPBD Meranti Eko Setiawan pasca peninjauan di lokasi terparah. Seperti di Desa Kundur, Tenan dan Batang Malas. Bahkan selain kediaman warga, bencana itu juga melanda seluruh ruas jalan utama, rumah ibadah, sekolah, bahkan perkebunan warga. Dan kondisi terparah berlangsung di Desa Kundur dengan tinggi air hingga bahu orang dewasa.

"Banjir melanda semua desa di Tebingtinggi Barat. Terparah melanda Kundur, Desa Tenan, dan Batang Malas. Di Kundur ada titik lokasi yang tinggi airnya sebatas bahu orang dewasa," ungkapnya. Curah hujan tinggi dengan kondisi irigasi yang terlambat oleh air laut pasang menjadi penyebab banjir di sana. Sehingga seluruh air dari darat tidak maksimal mengalir ke laut. Untuk itu dari pantauan terakhir kondisi air sudah mulai surut.

"Sekira pukul 16.00WIB kondisi air mulai surut. Air tinggi berlangsung sekira pukul 07.32 WIB yang melanda hampir seluruh desa di Kecamatan tersebut. Aliran tak maksimal karena rob juga jadi itu penyebab utama banjir di sana," ungkapnya.

Saat ini mereka tim satgas masih memantau situasi, dan sedang melakukan pendataan terhadap keluarga dan lokasi terdampak sembari mendirikan posko darurat.  "Ini kami bersama unsur Polri yang dipimpin langsung oleh kapolres, TNI danramil, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kecamatan dan Desa di lokasi mentau, mendirikan posko dan lakukan pendataan. Kita turunkan juga perahu karet jika ada proses evaluasi lanjutan," bebernya.

Sembari bersiaga di Kecamatan Tebingtinggi Batat, pihaknya masih menunggu laporan dari sejumlah kecamatan rawan lainnya. Walaupun demikian sudah ada laporan yang ia terima, seperti Kecamatan Rangsang Barat dengan kondisi aman dan terkendali.  "Ada yang lapor. Namun dominan belum. Kami masih menunggu. Seperti tahun kemarin banjir terparah di Kecamatan Rangsang Barat. Tapi kali ini masih terpantau aman," ujarnya.

Untuk itu ia menghimbau seluruh warga Kepulauan Meranti dapat bersiaga agar kondisi yang tidak terjadi, karena beberapa hari kedepan potensi curah hujan masih melanda daerah tersebut. "Hujan dari prakiraan cuaca BMKG masih akan berlangsung. Kami berharap warga tetap dapat bersiaga," tutupnya.**

Editor : Admin

Reporter : Admin

Close Ad