MA Jatuhkan Vonis Mati Pada Edi Loper

Rabu, 25 Januari 2023 | 07:35 WIB

PEKANBARU (Publiknews.com)- Mahkamah Agung Republik Indonesia menjatuhkan vonis mati pada terdakwa kasus penyelundupan narkotikan jenis sabu seberat 80 Kg bernama Edi Ahmad alias Edi Loper. Diketahui sebelumnya, Polda Riau melalui Ditektorat Narkotika berhasil mengamankan 80 Kg narkotika jenis sabu bersama 11 orang pelaku.

Penangkapan dilakukan pada Kamis 20 Januari 2022. Salah satunya ialah Edi Ahmad alias Edi Loper.  Edi dan 10 orang lainnya yang ditangkap  merupakan bagian dari jaringan pengedar narkotika internasional, dimana bandar besarnya ada di Malaysia. Disinyalir, pengiriman berkilo-kilo barang haram itu, dikendalikan oleh seorang narapidana penghuni Lapas Bengkalis, Riau.

Pengungkapan ini bermula dari informasi yang diterima tim Subdit I, Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau bahwa akan ada sabu dengan jumlah besar masuk dari Malaysia ke Perairan Sepahat, Kabupaten Bengkalis. Edi Ahmad ditangkap petugas pada Jumat (14/1) malam, di sebuah salon di Kota Dumai.

Dia berperan sebagai pengendali yang menggerakkan kurir laut dan berhubungan dengan kurir asal Malaysia. Vonis pidana mati tersebut dijelaskan dalam putusan PT Pekanbaru No.648/PID.SUS/2022/PT PBR. Dalam hal ini pembanding adalah Jaksa Penuntut Umum Ananda Hermila, sementara terbanding yakni terdakwa Edi Ahmad alias Edi Loper bin Abu Hanifah.

Hakim Ketua Yus Enidar bersama Hakim Anggota Setia Rina, Brhj Dahmiwirda D, dalam amar putusannya menyatakan menerima permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum. "Menyatakan Terdakwa Edi Ahmad alias Edi Loper bin Abu Hanifah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan permufakatan jahat tanpa hak menerima narkotika golongan I yang beratnya melebihi 5 (lima) gram. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati," lanjut putusan tersebut.***

Editor : Admin

Reporter : Admin

Close Ad